Selamat datang..Anda sedang mengunjungi situs yang membahas berbagai macam bidang pada kehidupan manusia dengan metode cerita yang mengandung hikmah didalamnya. Harapan kami, cerita dalam situs ini bisa memberikan manfaat yang baik untuk kita semua. Bukan sekedar teladan yang baik, tapi juga mampu membangun kepribadian kita, tentunya ke arah yang lebih produktif; saat ini, dan untuk masa depan nanti! Semoga bermanfaat!

Sabtu, 04 Desember 2010

Anda beruntung!!

Siang hari, jam 12.30, di dalam gedung bertingkat yang terletak di kawasan perkantoran Ibukota.   Seorang pemuda berumur 25 tahun bernama Anda Rahman Hakim sedang ingin beristirahat dari pekerjaan kantornya, bergegas menuju kantin untuk memesan makanan yang lezat dan minuman yang segar untuk melepas dahaganya. Warung Ibu Surti adalah tempat favoritnya,  tanpa sengaja ia menemukan sebuah tabloid yang memuat artikel yang sangat bermanfaat dari penulis ternama, Adian
 Husaini. Dia amat sangat tahu sepak terjang penulis yang satu ini, tulisannya tidak bisa dipandang sebelah mata, dan tulisannya selalu penuh manfaat dan syarat akan hikmah, wajar baginya untuk menjadikan Adian Husaini sebagai penulis favoritnya. Tanpa berpikir panjang maka ia pun mulai membaca dengan seksama sembari menunggu makanan yang telah dipesannya itu datang









Antara Inul, Hitler, dan Machiavel












Oleh: Adian Husaini

Jum'at, seminggu lalu, Sekjen DPP PDI-P Pramono Anung mengatakan, partainya akan menjadikan penyanyi 'erotis' asal Jatim sebagai 'ikon' partai. Baca politik Machiaveli di Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke-23 .

Jumat (12 September 2003), Wakil Sekjen PDIP, Pramono Anung, membuat pernyataan yang kemudian banyak dikutip oleh media massa. Yakni, PDIP akan menjadikan Inul Daratista sebagai ikon partai. Menurut Pramono, memilih Inul sebagai ikon PDIP merupakan salah satu keuntungan, karena partai-partai Islam tak mungkin bisa melakukan hal serupa. Memilih Inul sebagai ikon partai, lanjut, merupakan strategi yang dipilih PDIP dalam merebut hati rakyat. Dalam Pemilu mendatang, yang terjadi sebenarnya pertarungan pencitraan partai. Jadi masalahnya adalah bagaimana partai bisa merebut hati rakyat. 

Barangkali, sebagian orang menilai, ungkapan Wakil Sekjen DPP PDIP itu sebagai hal yang biasa-biasa saja. Sebab, dalam politik, yang terpenting adalah “kepentingan” atau “interest”, sehingga banyak sekali yang mengutip ungkapan “tidak ada kawan yang abadi dalam politik”, yang ada hanyalah “kepentingan yang abadi.” Orang bisa berteman dalam politik karena kepentingan yang sama, dan bisa bertengkar karena factor kepentingan juga. Banyak yang kemudian percaya, bahwa politik adalah bebas moral, dan karena itu, tujuan menghalalkan segala cara (al-ghayah tubarrirul wasiilah atau targets justify means). Tampaknya, karena dianggap sebagai hal biasa itulah, maka media massa kita kemudian tidak menjadikan ungkapan Wakil Sekjen PDIP itu sebagai berita-berita penting. 

Padahal, jika ditelaah lebih jauh, ungkapan itu adalah sangat serius, karena mengandung makna sejarah dan filosofi yang mendalam. Inilah yang dalam sejarah dikenal sebagai politik Machiavelis. Politik yang menghalalkan segala cara. Jika partai terbesar di Indonesia sudah menggunakan cara-cara seperti ini, maka patut dipertanyakan, inikah demokrasi yang diinginkan oleh bangsa Indonesia, yang katanya, bersifat religius dan mendasarkan dirinya pada Ketuhanan yang Maha Esa. Tuhan yang mana yang meridhai tindakan mempertontonkan aurat dan erotisme secara vulgar? Jika Inul, yang kemudian menjelma menjadi symbol erotime dalam kesenian, lalu dijadikan ikon sebuah partai, mau kemanakah moralitas bangsa Indonesia akan dibawa? Bukan hanya dari segi moral, dari segi ketinggian selera kesenian pun patut dipertanyakan. 

Apa arti Ikon? Dalam bahasa Inggris, kata ini ditulis sebagai “icon” yang dalam Kamus American Heritage Dictionary diartikan sebagai: “A religious image painted on a panel”. Hassan Shadili menerjemahkannya ke bahasa Indonesia sebagai “patung/gambar orang suci”. Kamus al-Mawrid menerjemahkan kata “icon” ke dalam bahasa Arab sebagai (1) timtsal (2) iqanah (3) ma’bud. Jadi, kata ikon, memang memiliki konotasi keagamaan, bahkan ada konotasi penghormatan yang sangat tinggi, pengagungan, atau bahkan penyembahan, atau ibadah. Jika kamus al-Mawrid dipakai, maka salah satu artinya adalah al-ma’bud, yang disembah. Jadi, kalimat “menjadikan Inul sebagai ikon partai”, bisa bermakna, “menjadikan Inul sebagai sesembahan”. 

Tentu, kita bertanya, mengapa Inul dipuja dan ditempatkan dalam kedudukan yang begitu terhormat, melebihi para cendekiawan dan pemikir? Apakah Inul lebih berharga ketimbang Kwik Kian Gie, Laksamana Sukardi, Rizal Mallarangeng, atau Ir. Pramono Anung dan cendekiawan lainnya? Mengapa Inul jadi Ikon partai, jawabannya, adalah karena Inul diharapkan dapat mendatangkan suara untuk partai. Show Inul selama ini terbukti sangat diminati pengunjung. Ribuan orang datang untuk menyaksikannya. Berbagai produk juga menampilkannya sebagai bintang iklan. Stasiun TV berebut menampilkannya, karena mudah meraup untung. 

Ringkasnya, Inul adalah mesin penarik uang yang terbukti ampuh, dan nanti akan dicoba untuk dijadikan sebagai mesin penarik kekuasaan. Jika rencana ini akan menjadi kenyataan, kita akan menyaksikan sebuah panggung politik yang memprihatinkan. Partai yang bertanding masih mengandalkan unsure-unsur emosional dan irasional, bukan menawarkan program dan kredibilitas calon pemimpin bangsa. 

Dalam sejarah demokrasi di Eropa, fenomena seperti ini bukan hal baru. Para politisi menjual ide-ide yang sebenarnya membahayakan moral masyarakat, tetapi justru mendapat dukungan luas. Lihatlah bagaimana Hitler (hidup antara tahun 1889-1945) dapat berkuasa di Jerman. Gagal melakukan kudeta pada tahun 1923, dan masuk penjara, Hitler kemudian menyadari pentingnya jalur demokratis untuk menyebarkan gagasan-gagasannya dan meraih kursi kekuasaan. Ia pun menggunakan kepandaiannya dalam aksi propaganda untuk menarik dukungan mssyarakat luas. 

Dari segi akal sehat, adalah sulit dibayangkan, rakyat Jerman ketika itu mendukung Hitler dan memilih Nazi (National Socialist German Worker’s Party). Mengapa? Sebab, yang dijual Nazi ketika itu adalah ide-ide yang sangat mengerikan dan sangat anti-kemanusiaan. Melalui bukunya, Mein Kampf (My Struggle) yang ditulisnya dalam penjara, Hitler mengemukakan gagasan nasionalis radikal dengan basis ras (racial natinalism). Hitler membagi manusia ke dalam dua jenis ras, yaitu ras yang superior dan ras yang inferior. Hitler menggambarkan ras Aria dan ras Yahudi sebagai “the men of God and the men of Satan”. Ia katakan: “The Jew is anti-man, the creature of another god. He must have come from another root of the human race. I set the Aryan and the Jew over and against each other.”

Siapa pun tahu, bahwa gagasan-gagasan Hitler dan Nazi seperti itu merupakan ide eksrim dan gila. Tapi, apa yang terjadi? Rakyat Jerman yang ketika itu ditimpa krisis ekonomi, terimbas depresi tahun 1929, malah mendukung Hitler. Tahun 1028, parytai Nazi hanya meraih suara 810.000. Tetapi, tahun 1930, berhasil meraih suara 6.400.000. Pada pemilu 31 Juli 1932, Nazi menjadi pemenang dengan suara 37,3 persen dan meraih 230 kursi di parlemen. Tetapi belum menjadi mayoritas mutlak. Dengan modal suara itulah, pada 30 Januari 1930, Hitler diangkat menjadi chancellor (Kanselir) Jerman. Ia didukung para industriawan, aristocrat pemilik tanah, yang mengharapkan, Hitler akan melawan komunisme, membubarkan organisasi buruh, dan meningkatkan industri militer. Pada pemilu Maret 1933, Nazi meraih 288 dari 647 kursi parlemen. Ditambah dengan koalisi dengan 52 wakil nasionalis, dan absennya wakil-wakil komunis, maka Nazi menjadi mayoritas mutlak. Itulah demokrasi di Jerman ketika itu. Rakyat Jerman mendukung gagasan-gagasan nasionalisme ekstrim Nazi dan memilih pemipin seperti Hitler yang kemudian menyeret dunia ke dalam Perang yang sangat mengerikan dengan mengorbankan nyawa jutaan manusia. 

Mengapa?

Agama dan Renaissance 

Pada 1 September 2003 lalu, Eramuslim.com menulis satu berita berjudul “Kaum Gay Belanda Terbitkan Buku Pedoman Cara Perkawinan Sesama Jenis”. Buku pedoman tata-cara kawin sesama jenis kelamin setebal 60 halaman itu, sekaligus sebagai seruan pada para aktivis gay di seluruh dunia untuk berupaya memperoleh hak-hak bejad mereka. Buku itu juga sebagai bukti pengukuhan, bahwa Belanda adalah negeri pertama yang melegalisasi perkawinan sejenis. Selain "kitab suci" kaum gay itu juga mendorong para kalangan gay di seluruh dunia aktif berkampanye, agar mereka bisa memperoleh hak kawin dengan sesama jenis. Buku itu berpesan, kaum gay agar berupaya keras melakukan perlawanan terhadap hukum-hukum yang diskriminatif. Mereka juga harus berjuang untuk mendapatkan hak-hak yang sama di seluruh tingkat pengadilan. 

"Ini adalah suatu perjuangan bagi rakyat yang ingin sungguh-sungguh bebas dan memperoleh hak dan kesempatan yang sama bagi setiap orang," ujar Jose Smits, anggota parlemen Belanda dari Partai Buruh Belanda, didamping partner lesbiannya dan tiga anak angkat mereka. "Memang tidak sederhana perkara kaum gay yang ingin memperoleh hak-hak yang sama sebagaimana kaum heteroseks. Ini suatu pertanyaan moral. Karena itu, ini merupakan suatu pertarungan politik untuk mendapatkan hak-hak yang setara bagi setiap orang," kata Jose Smith. 

Bisa dibayangkan, jika masyarakat sudah menerima praktik homoseksualitas sebagai bagian dari gaya hidup mereka, maka para politisi yang tidak mengikuti moral, akan menjual ide-ide yang menerima praktik bejat semacam itu, sebagai bagian propaganda politik. Itu dilakukan demi meraih suara rakyat. Bagaimana jika rakyat sudah menerima nilai-nilai pornografi, erotisme, budaya syahwat, dan sebagainya? Kita tidak heran, jika masyarakat Italia bisa memilih bintang pornografi Ilona Steler sebagai anggota parlemen. Maka, jika ada politisi Indonesia yang berpikir untuk menjual Inul sebagai ikon partainya, itu pun bisa dilihat dalam perspektif ini. 

Namun, jika dipikirkan lebih jauh, praktik-praktik politik seperti ini sebanarnya merupakan satu bentuk politik Machiavelis. Istilah itu memang merujuk pada satu nama penulis terkenal di Eropa bernama Niccolo Machavelli. Siapakah orang ini? Dia adalah seorang Italia yang hidup pada 1469-1527. Zaman itulah yang dikenal dalam sejarah Eropa sebagai zaman renaissance. Artinya: lahir kembali, atau rebirth. Renaissance mulai muncul di Italia, ketika orang-orang Barat /Eropa melihat tanda-tanda keruntuhan otoritas agama Kristen dalam kehidupan mereka. Selama 500 tahun, mulai tahun 500-1500 M, mereka hidup di zaman yang mereka sebut sebagai ‘medieval’, zaman pertengahan yang identik dengan kegelapan. Zaman kegelapan ditandai dengan dominannya pengaruh agama Kristen dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Kekuasaan agama (gereja) mau campur tangan dan menguasai segala hal. 

Karena ingin melepaskan diri dari segala pengaruh gereja atau Tuhan dalam kehidupan mereka, maka mereka menamakan zaman pencerahan itu sebagai renaissance atau zaman kelahiran kembali. Mereka menganggap, selama ratusan tahun dalam cengkeraman agama, mereka dalam keadaan mati. Maka, sekarang, setelah memasuki zaman baru, mereka merasa lahir kembali. Bagi orang Italia, yang pernah menjadi pusat kekuasaan imperium Romawi, mereka ingin kembali ke zaman kejayaan itu. 

Benih-benih pencerahan itu sudah muncul sekitar abad ke-14. Ada dua corak yang dominan dalam pemikiran dan kesenian di zaman pencerahan itu, yaitu secular dan humanis. Kajian-kajian pemikiran mulai berbasis pada pemikiran Yunani Kuno dan literatur-literatur Romawi. 

Manusia, kata mereka, harus memutuskan nasibnya sendiri di dunia. Bukan Tuhan yang menentukan nasib mereka. Tahun 1486, Giovanni Pico della Mirandola (1463-1494) menulis buku berjudul “Oration on the Dignity of Man”. Manusia, kata Pico, memiliki kebebasan untuk membentuk kehidupan mereka sendiri.” (Bayangkan, pemikiran seperti ini baru muncul di Eropa pada abad ke-15. Padahal, kalangan mutakallimin diantara kaum Muslim sudah habis-habisan mendiskusikan masalah ini sekitar 700 tahun sebelumnya). 

Di lapangan politik dan moralitas, nama Machiaveli menjadi terkenal, setelah menulis bukunya yang berjudul, The Prince. Oleh para pemikir Barat kemudian, karya Machiaveli ini dianggap memiliki nilai yang tinggi yang memiliki pengaruh besar dalam social politik umat manusia. Sebuah buku berjudul “World Masterpieces” yang diterbitkan oleh WW Norton & Company, New York, tahun 1974 (cetakan kelima) menempatkan karya Machiaveli ini sebagai salah satu karya besar dalam sejarah umat manusia yang muncul di zaman renaissance. Diantara karya-karya lain yang ditampilkan dalam buku ini adalah Old Testament dan New Testament. Tahun 2002, sebuah lembaga di Australia, The Cranlana Programme, juga menerbitkan dua jilid buku berjudul “Powerful Ideas”. Buku ini juga memuat sejumlah karya terkenal dari pemikir dunia, seperti Plato, Aristoteles, Confucius, St. Agustine, Niccolo Machiaveli, John Locke, Rousseau, Adam Smith, Immanuel Kant, Karl Marx dan sebagainya. 

Perjalanan hidup Machiavelli sendiri cukup menyedihkan. Ia pernah ditahan dan disiksa, karena dituduh melawan pemerintah Italia sekitar tahun 1495. Ia menulis The Prince pada umur 44 tahun, dan baru dipublikasikan tahun 1532, lima tahun setelah kematiannya. Machiavelli dianggap sebagai salah satu pemikir yang mengajak penguasa untuk berpikir praktis demi mempertahankan kekuasaannya, dan melepaskan nilai-nilai moral yang justru dapat menjatuhkan kekuasannya. Karena itu, banyak yang memberikan predikat sebagai “amoral”. Tujuan utama dari suatu pemerintahan adalah “survival”. Dan ini melampaui nilai-nilai moral keagamaan dan kepentingan dari individu-individu dalam negara. Dengan membuang factor “baik dan buruk” dalam kancah politik, Machiavelli membuat saran, bahwa seorang penguasa boleh menggunakan cara apa saja untuk menyelamatkan negara. Penguasa-penguasa yang sukses, kata dia, selalu bertentangan dengan pertimbangan moral dan keagamaan. Maka, kata Machiavelli lagi, “Jika situasi menjamin, penguasa dapat melanggar perjanjian dengan negara lain, dan melakukan kekejaman dan terror. 

Yang terpenting dari pemikiran Machiavelli, adalah ia telah mengangkap persoalan politik dari aspek moral dan ketuhanan. Sejarawan Marvin Perry, mencatat dalam bukunya, Western Civilization: “Machiavelli’s significance as a political thinkers serts on the fact that he removed political thought from a religious frame of reference and viewed the state and political behavior in the detached and dispassionate manner of a scientist. In secularizing and rationalizing political philosophy, he initiated a trend of thought that we recognized as distinctly modern.”

Jadi, sumbangan terbesar Machiavelli adalah menghilangkan factor agama dalam politik, dengan memandang masalah politik dan negara, semata-mata sebagai factor saintifik yang rasional. Inilah yang dipandang sebagai politik modern. 

Bagaimana dengan politik di Indonesia? Silakan dikaji, apakah pemikiran Machiavelli sudah merasuki dunia politik kita? Jika aspek halal-haram dihilangkan, aspek moral ditiadakan, dan politik semata-mata dipandang sebagai “struggle for power” dengan cara apa pun – termasuk menjadikan Inul sebagai Ikon – maka gejala ini perlu dicermati dengan sungguh-sungguh. 

Namun, para ulama dan cendekiawan Muslim perlu mencermati dengan serius, munculnya pemikiran seperti Machiavelli itu dapat terjadi karena masyarakat sudah “muak” dengan ulah tokoh-tokoh agama yang mempermainkan atau menjual agama dengan harga yang murah. Surat pengampunan dosa diperjual belikan. Sejumlah pastur atau Paus diketahui oleh masyarakat memiliki gundik dan hidup berbeda dengan ucapan-ucapannya sebagai tokoh agama. Machiavelli membuka jalan bagi penyingkiran agama lebih jauh. 

Di abad ke-18, masyarakat Perancis semakin membenci agama dan tokoh-tokohnya, karena mereka mendapatkan hak istimewa untuk bebas pajak, sementara rakyat dibebani pajak yang sangat berat. Dalam hal ini, para politisi Muslim memiliki beban tanggung jawab yang sangat berat. Mereka dituntut bukan hanya cerdas dan pandai dalam politik dan merebut/mempertahankan kekuasaannya, tetapi juga dituntut memberikan suri tauladan akhlak yang tinggi, agar dapat menjadi contoh bagi masyarakatnya. Adalah bencana besar jika banyak politisi Muslim, pintar bicara tentang moral dan syariat Islam, tetapi akhlak dan perilakunya sendiri jauh dari ucapannya. Jika masyarakat melihat semua itu, maka bisa jadi, kita akan menyaksikan terulangnya sejarah, dimana masyarakat akan lebih percaya kepada Inul daripada Kyai A atau Kyai B. Jika itu terjadi, maka tentu ini bencana besar bagi bangsa Indonesia. 

Kita diwajibkan melakukan amar ma’;ruf nahi munkar, mengkritik orang lain, tetapi yang lebih penting, adalah memperbaiki diri sendiri. Wallahu a’lam. 



Catatan Akhir Pekan ke-23 Adian Husaini, MA tanggal 18 September 2003, dari Kuala Lumpur, Malaysia


Akhirnya makanan datang tepat setelah Anda selesai membaca, tanpa pikir panjang ia pun langsung melahap makan siang nya dengan semangat. Sembari makan ia pun sempat bicara didalam hatinya, "Memang dakwah membutuhkan banyak ilmu pengetahuan, Sungguh beruntung aku bisa membaca artikel tersebut."t

Selasa, 30 November 2010

Aku Mau Kaya

"Bagaimana caranya untuk menjadi kaya?, Aku sudah bosan hidup susah dan tak dihargai orang!!.." Umpat seorang wanita muda sambil mengayunkan tangan dan menggebrak meja tepat di depan adiknya sendiri.

"Sabarlah mba, Bukankah ini hanyalah cobaan ...kita masih bisa makan dan hidup dengan baik kok."Jawab adiknya dengan tenang.

"Sabar...sabar...sabar....Mau berapa lama kamu sabar dengan keadaan seperti ini?.Semenjak Papa meninggal dan Mama sakit keras kita jadi selalu dalam keadaan sulit!!..Kamu tau dulu kita jauh lebih baik daripada ini...kita bisa makan malam dengan mewah..jalan-jalan ke mall..bahkan pergi ke luar negeri...Lihat tuh Linda sekarang sudah punya mobil baru...Vera sudah mau menikah dengan pejabat kaya raya..bahkan Tisno si tukang koran aja sekarang sudah pakai Blackberry Onyx, keluaran terbaru!!".Protes sang kakak

"Maaf mba bukannya aku mau berprasangka buruk akan tetapi kita kan tidak tahu bagaimana cara Linda mendapatkan itu semua..seperti yang sudah kita lihat dia selalu menggunakan pakaian yang selalu terlihat mini baik siang dan juga malam..bahkan aku juga pernah lihat kok..pada malam hari dia membawa seorang teman laki-laki yang membawa mobil mewah masuk ke dalam rumahnya... Diakan tinggal sendiri mba."

"Kalo Vera kan kita sudah sama-sama tahu kalau dia itu punya slogan sendiri yaitu aku tak mau dekat-dekat dengan orang miskin takut ketularan apalagi kalau sampai harus menikah ..itu sudah bukan rahasia lagi, dia sangat terkenal mencari teman yang harus selalu kaya yah paling tidak punya kendaraan sendirilah."Jelas adiknya

"Lain halnya dengan Tisno...walaupun dia tukang koran tapi dia selalu rajin beribadah..5 waktu dalam satu hari loh.. Juga dia tak pernah mengeluh walau harus keliling dagang koran selama 5 tahun belakangan ini. Sampai sekarang dia sudah bisa punya 3 gerai koran dan majalah di ujung perempatan jalan sana, dibelakang kampung, sama didekat sekolah ...bahkan katanya mau membeli motor keluaran terbaru.....Luar biasa!!..jadi menurutku wajar saja jikalau Tisno sukses seperti itu, karena Allah SWT berjanji akan membayar keringat hambanya yang mau bekeja keras di setiap tetesnya...Selain itu dia juga mencintai Rasulullah SAW..menjadikan panutan di dalam hatinya makanya dia rajin berdagang!...Rasulullah kan seorang pedagang"Tambah adiknya

"Ahhhh..kamu ini selalu khotbah saja..bukannya cari jalan supaya jadi orang kaya..ya sudah aku juga mau berdagang..aku bisa menjual diri..toh kakakmu ini ga jelek-jelek banget kok!!..yang penting kita ga terjerat lagi dlm keadaan seperti inilah"

"Masya Allah mba...masa mba mau membuka jilbab dan mananggalkan baju muslim hanya untuk obsesi kekayaan?...Mama dan Papa juga selalu mengingatkan kita untuk selalu menjaga keimanan kita kepada Allah SWT..Ingat iman mba...sayangilah iman kita..jangan biarkan iman runtuh dan hancur dengan hal yg murah!!"Tegas sang adik

"Ah iman!Buang saja imanmu itu ke tong sampah, maka tidak akan ada yang runtuh. Kau akan nyaman, hidup tanpa aturan iman!"

"Justru kalau kita tidak ditertibkan oleh aturan iman., kita akan diperbudak oleh penjajahan hawa nafsu, ini lebih tidak nyaman lagi....mba bagaimana sih?...nyebut mba!!"Tukas sang adik

"Sudah..sudah..aku hanya capek berjualan tumbuh-tumbuhan yang harus dicuci dahulu setiap pagi..ngotor2in tanganku saja!!..sudah begitu ga juga jadi orang kaya!!"

"Mba berjualan sayur bukan sesuatu yang hina ..setiap hari jualan kita laku dibeli oleh ibu-ibu dipasar untuk dimasak dirumahnya dan untuk dinikmati oleh banyak orang...Coba renungkan itu..Jangan menyerah!!"

Keadaan menjadi hening sesaat...Kakak tertunduk dan adik terdiam...Adik menatap kakaknya dengan tatapan yang sedih dan berharap bahwa kakaknya mau mengurungkan niat buruknya tersebut. diambilkannya segelas air putih untuk kakaknya dan ditaruhnya dimeja untuk menenangkan hati kakaknya yang amat ia cintai, satu2nya saudara yang ia miliki saat ini. dan kakak pun meminumnya.

"Terima kasih"Ucap sang kakak.

"Iya Mba..Sama2"balas adik

Sehabis meminum air putih terlihat wajah kakak jauh lebih segar dan tenang. Dan kakak mulai menata hatinya.
Memang keadaan yang amat sangat pelik dapat menjadikan iman seorang manusia menjadi turun dan mungkin saja membuat hilang akal...banyak yang melakukan hal gila demi sesuatu yang sangat ingin dimilikinya dan jelas hanya berlandaskan nafsu belaka..akan tetapi kita masih belum tahu itu benar secara syar'i atau sama sekali malah jauh dari hal itu.

Ketika keadaan sudah jauh lebih tenang untuk sang kakak, maka adik melanjutkan pembicaraan tersebut.

"Banyak yang menganggap bahwa dosa adalah hal yang biasa-biasa saja dengan alasan dia belum tahu yang dilakukan itu dosa apa tidak menurut hukum akidah dan anehnya bukannya mencari tahu hukum yang sebenar-benarnya itu seperti apa..malah dia jadi jauh terjerembab kedalam dunia yang tidak jelas.
Banyak perampok yang menjadikan alasan pekerjaannya itu untuk menyambung hidupnya jadi sah-sah saja menurutnya.
Banyak wanita malam yang menganggap pekerjaannya itu sebagai sebuah anugerah yang luar biasa, karena dia bisa terlepas dari lubang kemiskinan.
Banyak seniman yang menganggap berkarya dengan imajinasi yang melampaui batas dan melanggar syar'i juga merasa boleh-boleh saja.
Banyak juga pengusaha yang terjebak dalam keadaan riba dan menganggap toh itu hanya mencari uang untuk menafkahi keluarga
Banyak pejabat yang harus terlilit dalam kasus korupsi karena urus-mengurus surat harus mengeluarkan miliaran dana rakyat..yang entah kemana larinya uang tersebut.
Banyak orang kaya yang haus akan kehormatan, sehingga membuat nya menjadi suka berbuat semaunya.
Banyak orang miskin yang menyerah dengan kemiskinannya..dan lupa berusaha.
Banyak juga penulis artikel yang terjerat dalam keadaan ujub atau riya juga bangga diri  karena tulisannya sendiri.
Makanya umat muslim diajarkan "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (al-Baqarah: 216)
Masih banyak contoh manusia yang hanya bisa menyalahi keadaan...dan selalu menyalahi keadaan..selalu menyalahi keadaan...dan dijadikan alasan harus berbuat yang jelas-jelas dilanggar oleh hukum akidah!!"Ucap adik dengan tegas.

Sesaat kakak tertegun dengan kata-kata adiknya itu..keluar dengan ikhlas dari bibir tipisnya..dan dengan cara adiknya menjunjung tinggi nilai-nilai akidah dengan tegas..juga keteguhan iman kpd Tuhan seru sekalian alam.. dia selalu ingin menyampaikan yang benar..dalam hati sang kakak juga bangga dengannya.... tanpa berfikir panjang Kakak bergegas menuju kearah adik dan memeluk erat adiknya dengan tangisan yang meledak-ledak.
.
"Astaghfirullahaladzimmm..Apa yang sudah aku pikirkannn???...Masya Allah"

Adik pun menyambut pelukan kakak dengan  segenap cinta.Melihat kakaknya seperti itu adik pun tak bisa menahan rasa sedihnya, tanpa ia sadari bulir-bulir airmata sudah jatuh dari kelopak matanya dan menurun pipi dengan perlahan, lalu jatuh ke bumi

"Allahu ma'i...Allahu naadhiri..Allahu syaahidi!"(Artinya, Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikan aku!)Ucap adik dalam isak tangisnya.

Senin, 29 November 2010

Pemuda Penakluk Syahwat

Di Kota Madinah, ada seorang pemuda yang selalu shalat berjamaah bersama Umar bin Khatab ra. Jika anak muda itu tidak datang ke masjid, Umar pasti menanyakan. Anak muda itu santun dan tampan.
Setiap pergi ke masjid, anak muda itu harus melewati beberapa rumah penduduk. Di antaranya ada rumah yang dihuni oleh seorang gadis cantik. Gadis itu sering melihat pemuda yang setiap hari pulang dan pergi ke masjid. Pemuda itu sama sekali tidak tahu kalau ada seorang gadis cantik yang selalu memerhatikan, bahkan diam-diam mencintainya.

Karena tidak mampu lagi membendung rasa cintanya, gadis itu menceritakan semua perasaannya kepada kaum wanita yang ada di rumahnya.

Seorang wanita tua berkata,"Aku akan membuat tipu daya agar engkau mendapatkannya."

Lalu, wanita tua itu duduk dipinggir jalan. Ketika pemuda itu lewat untuk shalat jamaah seperti biasanya, wanita itu pun memanggilnya.

Dia berkata kepadanya, "Nak, aku ini perempuan tua. Aku memiliki kambing di dalam rumah. Aku ingin minum susu, tetapi aku tidak kuat lagi memeras susunya. Apakah kau bisa menolongku?"

Pemuda mengiyakan. Dia pun masuk ke dalam rumah, dia tidak menemukan kambing. Dia menemukan seorang gadis cantik setengah telanjang yang serta-merta ingin memeluknya. Pemuda itu menghindar. Gadis itu terus merayu dan mengajaknya melakukan perbuatan maksiat yang dilarang oleh Allah Swt. Pemuda itu tetap tidak mau. Gadis berteriak minta tolong. Ketika orang-orang berdatangan memenuhi teriakan gadis itu. Gadis itu bilang kalau pemuda itu mengajaknya berbuat tidak senonoh dan hendak memperkosanya.

Seketika, orang-orang memukulinya beramai-ramai, lalu mengikat pemuda itu. Mereka menyeretnya untuk menghadapi Umar bin Khatab.

Begitu sampai di hadapan Umar, Umar pun kaget melihat wajah pemuda itu, dalam hati ia berdoa,"Ya Allah, jangan kau buat prasangka baikku kepada pemuda ini salah."

Orang-orang menceritakan masalahnya, sebagaimana dikatakan gadis itu. Umar lalu menolehkan pada pemuda yang sudah babak belur itu. Pemuda itu menceritakan apa yang dialaminya.

Umar bertanya,"Apakah kau bisa mengenali wanita tua yang minta tolong kepadamu itu?"

Pemuda itu menjawab, "Ya, aku bisa mengenalinya."

Lalu, Umar mengumpulkan seluruh Kota Madinah. Wanita yang dikehendakinya tidak ada diantara mereka. Tak lama setelah itu ada wanita tua lewat.

Pemuda itu spontan berkata, "Itu dia wanita yang memperdayaiku."

Umar memberi perintah agar wanita tua itu menghadap. Begitu dihadapannya, Umar melepas jubah luarnya dan menyelimutinya pada tubuh wanita.

Lalu, Umar berkata, "Ayo katakanlah dengan jujur padaku, apa sebenarnya yang terjadi. apa yang kau lakukan pada anak muda ini?"

Wanita tua itu akhirnya menceritakan hal yang sesungguhnya, dia tidak berani berbohong. Apa yang dikatakan wanita itu persis seperti tang diceritakan pemuda itu.

Seketika itu, Umar berkata,"Segala puji bagi Allah yang menjadikan orang yang mirip dengan Nabi Yusuf di tengah-tengah kita."



Sumber: Ketika Cinta Berbuah Surga-Habiburahman El Shirazy

Senin, 08 November 2010

Manusia Malam



Jam menunjukkan pukul 2:18...saat ini adalah saat sepertiga malam, dimana pagi akan datang menjelang hanya dalam beberapa waktu lagi...Ada yang sedang tertidur dengan lelap, ada juga yang baru makan malam dan ada juga yang baru terbangun ikhlas untuk melaksanakan shalat malam..Luar Biasa!!... tetapi ada juga loh yang masih diluar rumah dan sedang bepergian..pergi hanya untuk sekedar merenung.... atau malah mungkin sebaliknya, sedang menikmati hingar bingar nya dentum musik malam..
Biasanya mereka siap bepergian dan baru berangkat dari rumah jam 10 malam..(mungkin juga lebih)...Lelaki dengan berpakaian santai dan tetap menjaga kerapian bisa saja langsung melenggang ke arah pusat ibukota dengan kendaraan terbaiknya.. bagi wanita, dengan pakaian "dress" yg sedikit terbuka,make up seadanya,tak lupa memercikkan sedikit wewangian ke tubuhnya, sudah cukup untuk memikat beberapa pasang mata dan melambungkan percaya diri di dlm dada siap berangkat menikmati acara-acara malam yang memang sudah banyak disediakan oleh pengusaha kafe,hotel,resto,dan klub ibukota...
Di sisi lain ada juga seseorang yang suka menghabiskan malamnya dengan sendiri..dengan bermodalkan sebungkus rokok juga softdrink atau kopi yang bisa di beli di minimarket...lalu mulai duduk dan merenung tentang kehidupan..apa yang direnungkan?..Entahlah.."Pribadi berbeda melahirkan fikiran berbeda" begitu sepenggal pepatah bijak yang pernah saya dengar...
Lain pula dengan sisi yang ini.. yang sedang asyik di ruangannya atau kamarnya sendiri dengan mendengar musik dan mencoba menenangkan diri diatas kasur yang sangat nikmat bermerek King Koil untuk memejamkan mata...1 menit.....2 menit...5 menit..30 menit..sampai 1 jam!! ternyata tidur tak kunjung di gapai olehnya..entah mengapa?..mungkin karena fikirannya yang tak bisa berhenti memikirkan pasangan hidup..atau memikirkan usaha yang harus dibangun atau mungkin juga keresahan hati yang sulit untuk dihilangkan karena pelbagai masalah yang kerap hadir di dalam diri manusia...hmmm.....jika sudah begini tidur mungkin sangat mahal harganya.
Akan tetapi ada juga sisi lain yang menceritakan seorang manusia menggunakan malam sebaik-baiknya untuk bermunajat...dengan membuka matanya yang masih berat karena berjuang untuk bangun dari tidurnya, lalu mencari air unuk mensucikan diri..dan mulai mencari arah kiblat untuk mendirikan shalat malam..hingga tetesan airmata yang jatuh tanpa sengaja ke bumi tempat dia berpijak..hingga sampai pada ucapan salam dengan menolehkan kepala ke sebelah kanan terlebih dahulu dan dilanjutkan ke sebelah kiri, ia lalu mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.."Ya Allah,Ya Rabb,Aku memohon ampunan kepadaMu dan aku bertaubat kepadaMu atas segala apa yang pernah kulakukan..Tunjukkanlah aku jalan yang lurus Ya Allah..Yaitu jalan yang Engkau beri nikmat didalamnya, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat....Ya Allah tunjukkanlah jalan yang baik kepada mereka yang belum mengerti tentang manfaat sepertiga malam..yang masih banyak menghabiskan waktu untuk membaca artikel ini..yang masih berkutat dengan pekerjaan, dan yang masih serius dengan games online juga kepada mereka yang sulit tertidur atau memejamkan mata karena masalahnya hingga kepada mereka yang sedang menikmati hingar bingar musik malam...untuk meletakkan kepala yang engkau karuniakan otak didalamnya agar menempel ke tanah..bersujud kepadaMu Ya Allah..Amin."..setelah selesai ia langsung menuju tempat tidurnya yang sederhana lalu berdoa untuk tidur kembali.